Kamis, 12 September 2013

DOMAIN NAME SISTEM

TEORI
Domain Name Service (DNS) adalah layanan yang digunakan untuk mengubah nama yang dapat dibaca manusia dari host ke alamat IP. Nama host tidak case sensitif dan dapat berisi huruf abjad atau angka atau tanda hubung. Hindari garis bawah. Sebuah nama domain berkualifikasi lengkap (FQDN) terdiri dari nama host ditambah nama domain seperti dalam contoh berikut:

computername.domain.com
Bagian dari sistem pengiriman query disebut resolver dan merupakan sisi klien konfigurasi. Nama server menjawab pertanyaan. Baca RFC 1034 dan 1035. Ini berisi sebagian besar informasi DNS dan diganti oleh RFC 1535-1537. Penamaan dalam RFC 1591. Fungsi utama dari DNS adalah pemetaan dari alamat IP ke nama yang dapat dibaca manusia.Tiga komponen utama DNS :
  • Resolver
  • Name server
  • Database of resource records(RRs)
PRAKTIKUM
Berikut adalah tahapan-tahapan dalam Praktikum 1 DNS Server
Sebelumnya login sebagai root terlebih dahulu dan lakukan installasi paket bind dengan menggunakan perintah apt-get install bind9

Setelah melakukan installasi, maka akan terbentuk konfigurasi file yang ada pada /etc/bind, file tersebut antara lain, file named.conf, named.conf.local, dan named.conf.option. Gambar dibawah ini adalah gambar dari file /etc/bind/named.conf yang dibuka menggunakan editor nano dan didalamnya tidak perlu dilakukan perubahan apapun.

Selanjutnya terdapat file named.conf.local, pada awalnya file ini masih kosong lalu isikan didalamnya zona domain yang akan kita buat serta reverse domain seperti gambar dibawah ini. Pada percobaan ini membuat domain sembarang.com.

Lalu pada file named.conf.options berisi option tambahan pada domain kita, tambahkan DNS utama kita disini sehingga memungkinkan client dapat melakukan koneksi ke internet. Pada gambar dibawah ini tambahannya adalah pada blok code forwaders{}

Setelah itu, siapkan dua file sesuai dengan isi file yang ada pada file named.conf.local yaitu /var/cache/bind/db.reverse dan /var/cache/bind/db.sembarang. Pindah ke direktori /var/cache/bind dan buat dua file yaitu db.sembarang.com dan db.reverse, sesuaikan contoh seperti gambar dibawah ini dengan konfigurasi nomor IP komputer anda dan nama domain yang anda buat. Lalu isi dile db.sembarang seperti dibawah ini.

Setelah mengisi file db.sembarang lalu keluar dan sekarang edit dan isi file db.reverse seperti gambar dibawah ini.

Setelah itu, edit file /etc/resolv.conf dengan menggunakan editor nano dan ubah sesuai dengan konfigurasi komputer anda masing-masing. Lalu keluar dari editor dan simpan file lalu restart.

Proses yang terakhir adalah proses testing dengan menggunakan perintah nslookup. Bila tidak terdapat error sama sekali berarti percobaan installasi dan konfigurasi paket telah berhasil.


Praktikum 2 : Membangun dua atau lebih domain pada sebuah DNS Server

Pertama kali, edit file /etc/bind/named.conf.local menggunakan editor nano dan tambahkan konfigurasi virtual domain

Lalu, buat file virtualdomain.conf pada direktori yang sudah ditentukan. Setelah itu, isikan nama domain yang akan dibuat misalnya domain sembarang.info dan tonyajeng.info seperti gambar dibawah ini.

Buat dua file domain tersebut, lalu copykan dari file domain yang sudah ada misal db.sembarang.com. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

Setelah proses pengcopyan berhasil dilakukan, lakukan restart DNS server.

Setelah itu lakukan testing dengan cara ping ke domain baru.

Praktikum 3 : DNS Slave

Yang pertama dilakukan adalah mengedit dan menambahkan konfigurasi untuk forward dan reverse pada file named.conf.local seperti gambar dibawah ini.

Setelah itu restart daemon dari bind9. Dan pada dns master sebaiknya di reboot setelah dns slave selesai disetting.





Tidak ada komentar:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar